Konsep Pengambilan Keputusan oleh Triumvirat Pelaksana Tugas Kepresidenan jika Presiden dan Wakil Presiden Berhalangan Tetap
DOI
10.59017/setara.v4i2.438Kata Kunci:
Triumvirate, Presidential Duties, Constitutional Law, Decision Making, Legal CertaintyAbstrak
This article examines the decision-making concept that should guide the triumvirate of ministers who temporarily exercise presidential duties when both the President and Vice President are permanently unable to serve. The issue is significant because Article 8 paragraph (3) of the 1945 Constitution designates the Minister of Foreign Affairs, the Minister of Home Affairs, and the Minister of Defense to act together, yet no detailed statutory framework has clarified the institutional procedure for joint decision-making. Using normative juridical research, the article analyzes constitutional provisions, presidential regulations concerning the three ministries, and decision-making theory. The study finds that the legal basis for the triumvirate exists only at the constitutional level and that the absence of derivative regulation creates uncertainty regarding coordination and the method for taking binding decisions. The article argues that, in the absence of specific rules, decisions should be structured through division of functions, deliberation, and, if necessary, voting as a mechanism to resolve deadlock, but a formal statutory framework remains urgently needed.
Referensi
Ali, H., dkk. (2003). Kamus besar bahasa Indonesia. Balai Pustaka.
Firmadhani, C. (2022). Teknik pengambilan keputusan. CV Rtujuh Mediaprinting.
Soemantri, S. (2015). Hukum tata negara Indonesia: Pemikiran dan pandangan. PT Remaja Rosdakarya.
Anwar, H. (2014). Proses pengambilan keputusan untuk mengembangkan mutu madrasah. Jurnal Ilmiah Multi Disiplin Indonesia, 8(1).
Benuf, K., & Azhar, M. (2020). Metodologi penelitian hukum sebagai instrumen mengurai permasalahan hukum kontemporer. Jurnal Gema Keadilan, 7(1).
Hantoro, N. M. (2012). Kajian yuridis pembentukan undang-undang tentang Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Jurnal Negara Hukum, 3(2).
Hariansyah, S., & Erliyana, A. (2018). Mekanisme pengisian kekosongan jabatan Presiden dan Wakil Presiden. Pakuan Law Review, 4(2).
Hidayat, N. A. (2018). Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden langsung dalam demokrasi Pancasila di Indonesia. Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan, 3(1).
Mahanum. (2021). Pengambilan keputusan dan perencanaan kebijakan. Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pendidikan, 6(2).
Sugandi, N., Hendriawan, E., Saefurridjal, A., & Muchtarom. (2023). Konsep dasar-dasar pertimbangan dan strategi pengambilan keputusan dalam kepemimpinan pendidikan. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 9(2).
Syawawi, R. (2010). Pengaturan pemberhentian Presiden dalam masa jabatan menurut UUD 1945. Jurnal Konstitusi, 7(6).
Tutik, T. T. (2020). Kedudukan konstitusional menteri triumvirat sebagai pelaksana tugas kepresidenan dalam sistem pemerintahan presidensial di Indonesia. Jurnal Hukum dan Perundingan Islam, 10(2).
Wahid, A. (2014). Independensi Mahkamah Konstitusi dalam proses pemakzulan Presiden dan/atau Wakil Presiden. Jurnal Konstitusi, 11(4).
Zulfahmi. (2023). Keadilan dan kepastian hukum. Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat, 6(2).
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Peraturan Presiden Nomor 116 Tahun 2020 tentang Kementerian Luar Negeri.
Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2021 tentang Kementerian Dalam Negeri.
Peraturan Presiden Nomor 94 Tahun 2022 tentang Kementerian Pertahanan.
